Pemkab Sintang dan Solidaridad Jalin Kerjasama Sertifikasi Petani Swadaya

Foto Bersama usai Teken MoU

SINTANG, TB- Bupati Sintang, Jarot Winarno, bersama Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara Solidaridad Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Sintang, di Ruang Tamu, Rumah Dinas Jabatan Bupati Sintang, pada Selasa, 7 Mei 2024.

Penandatanganan MoU ini terkait dengan kemitraan strategis dalam mewujudkan komoditas yang lestari dan ramah iklim, antara Solidaridad Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Sintang, serta ekspose program oleh Solidaridad Indonesia.

Bupati Sintang Jarot Winarno berterima kasih atas perhatian yang diberikan Solidaridad melalui kerjasamanya ini dalam membangun Sintang khususnya bagi para petani sawit swadaya untuk bisa mendapatkan sertifikasi.

“Saya berharap petani berorientasi pada sustainability keberlanjutan. Kami harap proses peningkatan kapasitas petani di Sintang juga dilakukan oleh Solidaridad untuk petani komoditi lainnya seperti kopi, coklat, karet, dan lada,” terang Bupati Sintang.

“Solidaridad merupakan salah satu NGO yang sangat banyak membantu Pemkab Sintang. Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Solidaridad di Kabupaten Sintang sangat banyak dan kami rasakan manfaatnya. Kami merasa terbantu dan kami berterima kasih atas semuanya. Teruslah membantu masyarakat kami dan kami di Pemkab Sintang,” terang Bupati Sintang.

Sementara Manajer Country Solidaridad Indonesia Yeni Fitriyani mengatakan, MoU ini wajib diperbaharui setelah berakhir di bulan Februari 2024, tujuannya untuk melanjutkan perjanjian kerja sama (PKS) yang ditandatangani dengan tujuan melanjutkan program penguatan kapasitas petani swadaya dengan pertanian terbaik.

“Kedua, kami mendorong proteksi hutan di sekitar lahan pertanian sebab banyak manfaat yang bisa mereka dapatkan dari hutan tersebut dalam waktu panjang, dan praktek penyehatan tanah-tanah pertanian dengan pemanfaatan lahan sayuran di antara tanaman sawit, ini petani belum menyadarinya dari pemanfaatan sampah menjadi pupuk alami,” terang Yeni Fitriyani.

“Solidaridad juga mengusung inisiatif pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan melalui digital farming sehingga petani nantinya mampu mencatat produksi pertanian secara digital dan petani dapat dijangkau oleh donor. Peningkatan kapasitas petani swadaya dan penguatan kelembagaan petani akan menurutnya yang akan menjadi titik fokusnya. Khusus petani sawit mandiri, pihaknya lebih mengarah ke ISPO, di antaranya beberapa poin di ISPO yang bisa mendorong perkebunan berkelanjutan,” tambah Yeni Fitriyani.

Sumber: Rilis Prokopim Sintang
Editor: terasborneo.com

 

__Terbit pada
7 Mei 2024
__Kategori
Kalbar, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *