Dukung Penertiban ASN Nongkrong di Warkop

SINTANG,TB- Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus mulai tahun 2024 mendatang akan melakukan penertiban bagi ASN dan honorer di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang kerap nongkrong di Warung Kopi pada saat jam kerja.
Selain itu, Sekda juga akan menerapkan absensi sidik jari untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, merespon positif kebijakan Pemkab Sintang tersebut. Ronny yakin kebijakan itu berkontribusi untuk meningkatkan disiplin dan efisiensi dalam administrasi pemerintahan daerah.
“Saya setuju kebijakan itu diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan profesionalisme ASN, Saya pikir ini menjadi kewajaran. Ini juga bisa mengurangi dampak negatif terhadap citra pelayanan publik. Saya berharap dengan kebijakan ini nantinya SN dapat lebih fokus menjalankan tugasnya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Ronny belum lama ini.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada ASN maupun Honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang agar dapat mensukseskan kebijakan ini.
“Saya pikir seluruh ASN maupun honorer di Sintang harus mengikuti dan bekerja sama. Ini untuk menciptakan budaya disiplin bahwa sesuai dengan tata tertibnya ia mengatur tentang ASN harus berada di kantor pada saat jam kantor,” ujar Ronny.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus mengatakan kebijakan yang diambilnya itu untuk meningkatkan disiplin dan profesional ASN dan pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.
“Artinya kita minta Janganlah mereka itu nongkrong di warung kopi pada saat jam kerja apalagi kalau udah nongkrong bukan bisa sebentar. Kalau mau ngopi kan Di kantor juga ada kantin ngopilah di situ jangan di luar,” ujar Sekda.
“Kalau untuk absensi sidik jari tahun depan akan saya terapkan. Alatnya sudah kita pesan tahun depan akan kita pasang di setiap OPD. Nanti kan kita buatkan peraturannya. Bahkan kalau rapat nanti saya minta semua peserta harus datang 15 menit sebelum rapat dimulai kalau terlambat pintunya akan saya kunci biar tidak bisa masuk,” ujar Sekda.