Pengukuhan Pengurus MABM Komitmen Pelestarian Adat dan Budaya Melayu

SINTANG, TB- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Ghulam Raziq menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang Masa Bakti 2023-2028 di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Minggu 19 November 2023.
Selain dia, hadir juga anggota DPRD Kabupaten Sintang lainnya yakni, Senen Maryono, Jhon Xifli dan Anton Isdianto. Mereka adalah Anggota DPRD Kabupaten Sintang fraksi Amanat Persatuan.
Ghulam Raziq menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pengukuhan pengurus MABM Kabupaten Sintang periode 2023-2028. Pengukuhan itu merupakan bentuk komitmen bersama dalam rangka melestarikan adat dan budaya Melayu di Kabupaten Sintang.
“Pertama-tama Saya mengucapkan selamat kepada pengurus MABM Kabupaten Sintang periode 2023 2023-2028 yang pada hari ini telah resmi dikukuhkan. Kita berharap pengurus baru ini bisa melaksanakan program-program yang telah direncanakan dengan baik. Saya juga berterima kasih kepada pengurus sebelumnya atas dedikasi khususnya peran aktif dalam pelestarian adat dan budaya di Kabupaten Sintang,” ucap Ghulam Raziq.
Pengukuhan Ini kata Ghulam Raziq menunjukkan dukungan dan dorongan kuat terhadap upaya pelestarian adat dan budaya Melayu dalam rangka mempertahankan kekayaan kearifan lokal di Kabupaten Sintang.
“Adat dan budaya Melayu merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari identitas kita sebagai masyarakat Sintang. Karena apa, karena penting melestarikan nilai budaya tradisional untuk memperkuat identitas lokal dan membangun kebersamaan di masyarakat,” ujar Raziq.
Oleh karenanya, Raziq berharap keberadaan MABM dapat terus mengawal dan memperkuat warisan budaya tersebut. Iya juga menyambut baik dan mendukung program-program konkret yang mendorong pelestarian adat dan budaya Melayu di Kabupaten Sintang.
“Kita sangat mendukung berbagai program yang mempromosikan dan melestarikan nilai-nilai luhur adat danbudaya apapun di tengah-tengah masyarakat kita di Kabupaten Sintang ini. Apalagi kita sama tahu bahwa Sintang ini merupakan rumah besar yang didiami masyarakat yang majemuk dan budaya yang majemuk juga,” ujarnya.