Dukung Program Sibincatin

Senen Maryono

SINTANG,TB – Angka stungting di Kabupaten Sintang pada 2023 ini memang sudah yang terendah di Kalimantan Barat yakni 18,7%.

Pemkab Sintang juga menargetkan angka stunting tersisa 14% pada 2024 mendatang sesuai target secara nasional.

Untuk mencapai target 14% tersebut, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang tidak hanya fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan saja, namun mulai melaksanakan program pada hulunya yakni pendampingan sejak masa remaja dan calon pengantin.

Program tersebut diberi nama sibincantin yang artinya strategi pencegahan stunting melalui bimbingan perkawinan bagi calon pengantin di Kabupaten Sintang

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Senen Maryono menyambut baik dan mendukung program Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang.

“Kita selalu mendukung upaya pemerintah dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sintang. Semoga dengan program barunya ini Pemerintah daerah Kabupaten Sintang mampu mencapai target penurunan angka stunting secara nasional,” ujar Senen Maryono, Jumat 10 November 2023.

Ia menilai selama ini pelaksanaan program pemerintah dalam rangka percepatan penurunan angkatan penting sudah cukup baik. Bahkan pemerintah daerah mendapat penghargaan karena berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan.

“Kita mengapresiasi capaian pemerintah daerah yang sekarang ini bahkan terkecil di Kalimantan Barat kita berharap kedepannya bisa mencapai target yang ditetapkan nasional yaitu 14%,” ujar Senen Maryono.

Senen berharap program baru pemerintah daerah dalam rangka penurunan angka stunting ini bisa terlaksana dengan baik di lapangan.

“Semoga para calon pengantin di Kabupaten Sintang ini bisa didampingi dan diberikan pemahaman tentang pentingnya persiapan khusus sebelum melangsungkan pernikahan sebagai upaya pencegahan stunting, ” pungkasnya.

Maryadi Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang mengatakan program intervensi gizi dan pelayanan kesehatan penting dilakukan sebelum calon pengantin melangsungkan pernikahan guna mencegah stunting sejak dini.

“Pendampingan calon pengantin ini, kita sebut dengan persiapan khusus 3 bulan sebelum menikah. Calon pengantin di Kabupaten Sintang wajib mengikuti pendidikan pranikah dan pemeriksaan kesehatan. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah penyakit menular yang bisa ditularkan kepada pasangan dan anak saat berumah tangga,” terang Maryadi.

__Terbit pada
10 November 2023
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *