Tangulangi DBD, Pemerintah Harus Punya Strategi Tepat dan Berkelanjutan

SINTANG,TB- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sintang masih terus bertambah. Data kumulatif dari Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 22 Oktober 2023 sudah mencapai 483 kasus DBD.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman mengaku sangat prihatin dengan kasus DBD di Sintang yang terus mengalami peningkatan. Menurutnya pemerintah daerah harus punya strategi yang tepat dan berkelanjutan untuk menangani masalah DBD. Pasalnya DBD ini masalah kesehatan yang berulang setiap tahun.
“Persoalannya DBD ini kan bukan kasus baru, setiap tahun ada kasus DBD. Tapi tahun ini kasus DBD di Sintang meningkatkan signifikan dari tahun tahun sebelumnya, artinya strategi pemerintah ini perlu dievaluasi,” kata Hikman Sudirman.
Mestinya menurut dia, pemerintah daerah melalui dinas terkait sudah menyiapkan strategi jitu dalam menghadapi peningkatan kasus DBD di daerah. Dinas terkait mestinya sudah mendapat gambaran dari pengalaman tahun tahun sebelumnya.
“Kedepan kita harapkan pemerintah perlu memiliki sistem pemantauan epidemiologi yang kuat untuk mendeteksi peningkatan kasus DBD secara dini supaya dapat dilakukan respons yang lebih cepat,” ujar Hikman Sudirman.
Saat ini menurutnya pemerintah harus lebih proaktif lagi dalam melakukan program pengendalian nyamuk supaya peningkatan kasus DBD ini bisa ditekan.
“Lakukan semua upaya terbaik secara rutin, termasuk fogging dan pembersihan lingkungan dan lainnya sebagai upaya darurat penanganan DBD ini,” pintanya.
Selain itu, Politisi Partai Demokrat ini juga mendorong pemerintah lebih gencar mengedukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah gigitan nyamuk, tanda-tanda DBD, dan pentingnya menghindari tempat perkembangbiakan nyamuk.
“Kita sepakat bahwa penanggulangan DBD ini tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah saja, perlu peran semua lini termasuk masyarakat. Maka kita dorong pemerintah kampanyekan kepada masyarakat upaya pencegahan seperti pemberantasan sarang nyamuk dan giat 3M plus,” ujarnya.