Penghapusan Massal Batal, Masa Kerja Honorer Diperpanjang

SINTANG, TB- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny memastikan masa kontrak kerja tenaga honorer di Kabupaten Sintang diperpanjang. Hal tersebut menindaklanjuti pembatalan penghapusan status tenaga honorer yang rencananya akan dilakukan pemerintah pada 28 November 2023.
“Terkait dengan honorer ini beberapa waktu yang lalu kita di DPRD Kabupaten Sintang bahkan saya pimpin langsung membawa teman teman honorer, ada beberapa perwakilan Honorer baik dari kesehatan ada, dari guru ada, dari teknis ada. Disana kemarin kita ketemu dengan badan kepegawaian nasional atau BKN, Kementerian Keuangan juga hadir, kemudian terakhir kita konsultasi ke Kemenpan RB.Nah di sana kita hampir mendapat kesimpulan bahwa untuk kekuatiran kita soal SK yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan diteruskan oleh gubernur pada saat itu untuk memberhentikan seluruh honorer bisa disimpulkan batal, intinya masa kerja honorer tetap diperpanjang,” kata Ronny kepada awak media, Jumat 20 Oktober 2023.
Kesimpulanny, lanjut Ronny bahwa untuk seluruh honorer se Indonesia ini ada dua juta lebih. Pada prinsipnya disampaikan bapak menteri tidak akan mengambil langkah untuk mem PHK honorer secara besar besaran.
“Malah kita di daerah kemarin hadir di sana mau pastikan, seperti contohnya Sintang seluruh honorer yang ada di Sintang kurang lebih lima ribu orang dan semuanya dibutuhkan oleh pemerintah daerah untuk pelayanan ke masyarakat,” katanya.
Karena letak geografis kita kemudian penduduk kita yang berdomisili jauh jauh, itu yang membuat kebutuhan pelayanan Honorer kita sangat dibutuhkan.
“Beda dengan halnya di pulau Jawa. Kalau di Jawa 400.000 lebih jiwa hanya di satu kecamatan, kalau kita 400.000 lebih jiwa di satu kabupaten dan luas Kabupaten kita kurang lebih sama luasnya dengan satu provinsi di Jawa,” tukasnya.
Sehingga itu yang membuat honorer kita diperlukan banyak Demi memberikan pelayanan yang sama dan maksimal kepada masyarakat kita hingga ke daerah pelosok.
“Setelah kita memberikan penjelasan seperti itu ke Kemenpan RB ternyata itu disambut baik akan dijadikan bahan materi rapat di Kemenpan RB untuk mempertimbangkan pengangkatan Honore secara utuh,” pungkasnya.