Sudah 7 Kali Gempa, BMKG Minta Warga Sintang Waspada

SINTANG, TB – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian mencatat bahwa Kabupaten Sintang telah mengalami tujuh kali gempa bumi.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian, Dharmawan Wahyu Adhi, mengimbau masyarakat Kabupaten Sintang, khususnya di Kecamatan Sintang, Ketungau Hilir, Kelam Permai, dan Kayan Hilir, agar mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi.
Imbauan tersebut disampaikan Dharmawan saat menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan sosialisasi peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi pada 14 April 2026 di Pendopo Bupati Sintang.
Ia menjelaskan bahwa gempa bumi di Kabupaten Sintang mulai terjadi sejak 27 Maret 2019 dengan pusat gempa di Kelam Permai. Selanjutnya, gempa terjadi pada 22 Februari 2020 di Ketungau Hilir, dan sepanjang tahun 2026 telah terjadi lima kali gempa di wilayah Kelam Permai dan Kayan Hilir.
“Gempa bumi perlu diwaspadai karena belum dapat diprediksi kapan terjadinya. Durasi gempa sangat singkat, hanya hitungan detik, memiliki variasi parameter, serta dampaknya berbeda-beda tergantung lokasi. Selain itu, gempa juga berpotensi terjadi kembali,” terang Dharmawan.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan magnitudo, gempa di Sintang tergolong gempa menengah dengan kekuatan 3–5 Skala Richter (SR) dan termasuk gempa dangkal. Saat ini, titik pengamatan gempa sudah tersedia di Kabupaten Sintang, sehingga informasi gempa dapat disampaikan kepada publik dalam waktu sekitar tiga menit setelah kejadian.
Dharmawan juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti membangun bangunan tahan gempa, menyiapkan tas siaga bencana, serta meningkatkan edukasi dan simulasi kebencanaan.
“Saat gempa terjadi, jika berada di dalam bangunan, lindungi kepala. Segera menuju area terbuka. Jika sedang berkendara, menepilah dan berhenti. Waspadai gempa susulan, serta selalu periksa kondisi sekitar dan ikuti informasi resmi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi bangunan tetap aman.
“Periksa kondisi fisik bangunan, tempatkan benda berat di lantai satu, cek dinding atau rangka yang retak, pastikan instalasi listrik aman, serta amankan dokumen penting. Perhatikan juga kondisi tanah tempat bangunan berdiri dan simpan nomor telepon penting seperti rumah sakit, pemadam kebakaran, dan layanan darurat lainnya,” pesannya.