Kasus Rabies Meningkat, DPRD Minta Warga Lebih Waspada

SINTANG, TB – Meningkatnya kasus gigitan anjing di Kabupaten Sintang hingga mencapai ratusan kasus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Situasi ini semakin mengkhawatirkan setelah seorang warga dari Kecamatan Kayan Hulu dilaporkan meninggal dunia di RSUD Sintang dengan dugaan rabies.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari daerah pemilihan Kayan Hulu dan Kayan Hilir, Juni, menilai kejadian tersebut harus menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar tidak menganggap remeh gigitan hewan, terutama anjing. Ia menegaskan bahwa penanganan cepat menjadi faktor utama dalam mencegah dampak yang lebih fatal.

“Kita sudah melihat adanya korban jiwa. Ini harus menjadi pelajaran agar ke depan tidak terulang kembali,” kata Juni pada Kamis, 26 Maret 2026 yang lalu.

Menurutnya, masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya memahami risiko dari gigitan hewan. Ia menyebut, sebagian warga justru menunda untuk mendapatkan penanganan medis, sehingga kondisi yang dialami bisa semakin memburuk.

Juni mengingatkan bahwa setiap kasus gigitan harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah potensi penyebaran rabies yang bisa berakibat fatal.

“Jika terjadi gigitan, segera periksa ke tenaga medis. Jangan menunggu lama karena risikonya sangat berbahaya,” kata Juni.

Selain itu, Juni juga mendorong pemerintah daerah agar terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang masih terbatas dalam akses informasi. Ia menilai edukasi menjadi kunci agar masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan saat terjadi gigitan.

Juni juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan vaksin rabies di fasilitas kesehatan. Menurutnya, ketersediaan vaksin akan sangat membantu dalam memberikan penanganan cepat kepada korban.

Terakhir, Juni mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap hewan yang berpotensi menularkan penyakit. Kesadaran bersama dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyebaran rabies di daerah.

“Penanganan harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Jangan sampai ada keterlambatan karena dampaknya bisa sangat serius,” pungkasnya.

 

__Terbit pada
28 Maret 2026
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *