Waterfront Sintang Belum Optimal sebagai Ruang Terbuka

SINTANG, TB – Kawasan waterfront di Kabupaten Sintang hingga saat ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, mengungkapkan fungsi utama kawasan tepi sungai tersebut justru tergerus oleh aktivitas perdagangan yang belum tidak tertata dengan baik.

Menurut Yohanes Rumpak, seharusnya waterfront menjadi ruang terbuka yang representatif bagi warga untuk beraktivitas, seperti bersantai, berolahraga, rekreasi keluarga, atau sekadar menikmati pemandangan sungai. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kawasan tersebut lebih terkesan sebagai lokasi berjualan dibandingkan ruang publik yang nyaman. Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan ruang terbuka hijau dan bersih di tengah padatnya aktivitas perkotaan.

“Waterfront menjadi ruang terbuka yang nyaman bagi masyarakat. Lingkungan yang tertib dan bersih membuat masyarakat merasa nyaman untuk beraktivitas dan tidak hanya difungsikan sebagai lokasi berjualan saja,” tegas Rumpak.

Yohanes Rumpak menekankan bahwa penataan kawasan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar pemindahan pedagang dari satu titik ke titik lain tanpa perencanaan yang matang. Pemerintah daerah, menurutnya, sudah menyiapkan area khusus bagi pedagang sehingga aktivitas jual-beli tidak perlu bercampur dengan area publik yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Yohanes Rumpak menambahkan bahwa lingkungan yang tertib, rapi, dan bersih adalah syarat mutlak agar masyarakat merasa nyaman untuk datang dan beraktivitas. Jika kondisi sebaliknya, yaitu semrawut dan kumuh, maka minat masyarakat untuk mengunjungi waterfront akan menurun drastis. Padahal, kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan Sintang jika dikelola dengan baik.

Yohanes Rumpak berharap gebrakan dari pemerintah daerah untuk menertibkan serta menata kawasan tersebut demi mengembalikan fungsi awalnya sebagai ruang publik yang sehat dan menyenangkan dan tidak terkesan hanya tempat berjualan saja.

__Terbit pada
30 Maret 2026
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *