Dorong Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Wilayah Terpencil

SINTANG, TB – Hingga saat ini, berbagai tantangan masih membayangi pelayanan kesehatan di Kabupaten Sintang, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan. Keterbatasan fasilitas kesehatan, kekurangan tenaga medis, serta sulitnya akses transportasi menjadi kendala utama yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, meminta pemerintah daerah untuk lebih fokus pada sektor kesehatan. Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama bagi produktivitas masyarakat. Jika masyarakat sehat, maka produktivitas pun akan meningkat. Hal ini pada akhirnya akan mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas, mulai dari peningkatan ekonomi rumah tangga hingga pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

“Jika pelayanan kesehatan baik, merata, serta berkualitas maka akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” kata Jaba.

Sebastian Jaba mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada aspek kuratif, tetapi juga memperkuat program-program kesehatan preventif. Ia menilai bahwa upaya pencegahan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan pengobatan. Beberapa program yang perlu digencarkan antara lain sosialisasi pola hidup sehat, imunisasi rutin bagi anak-anak, serta penanganan stunting yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Sintang.

“Pencegahan harus menjadi prioritas, ini penting untuk mencegah masyarakat dari penyakit sejak dini,” kata Jaba.

Politisi Partai PDI Perjuangan tersebut juga mengingatkan bahwa peningkatan layanan kesehatan tidak boleh sekadar dimaknai sebagai pembangunan fasilitas fisik seperti puskesmas dan rumah sakit. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tanpa diimbangi peningkatan kualitas pelayanan akan sia-sia belaka. Ketersediaan tenaga medis yang profesional, distribusi dokter yang merata hingga ke pelosok, serta ketersediaan obat-obatan yang lengkap dan tepat waktu menjadi faktor-faktor penting dalam menunjang pelayanan kesehatan yang optimal.

“Jangan sampai puskesmas baru berdiri megah, tapi tidak ada dokter atau obat-obatan habis,” pungkasnya.

 

__Terbit pada
8 April 2026
__Kategori
Parlemen

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *