Dinkes Sintang Imbau Warga Waspada Rabies

SINTANG, TB – Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mencatat hingga saat ini terdapat 256 kasus gigitan hewan penular rabies yang telah ditangani oleh tenaga kesehatan. Ratusan kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya pencegahan penyebaran rabies di kalangan masyarakat di Kabupaten Sintang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Haryono Linoh, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele gigitan hewan, terutama yang berpotensi menularkan rabies seperti anjing, kucing, maupun hewan liar lainnya.

“Penanganan yang cepat menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih serius,” kata Haryono Linoh.

Haryono Linoh menjelaskan, dari total kasus yang tercatat, satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia dan diduga merupakan suspek rabies. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat tambahan korban jiwa lainnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penanganan medis secara cepat dan tepat setelah terjadi gigitan. Ia juga menilai kesadaran masyarakat mulai mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang segera mendatangi fasilitas kesehatan setelah mengalami gigitan hewan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat ini stok vaksin tersedia di dinas kesehatan maupun puskesmas untuk melayani masyarakat yang membutuhkan,” kata Haryono Linoh.

Ia menambahkan, seluruh kasus gigitan yang dilaporkan telah ditindaklanjuti dengan pemberian vaksin anti rabies sesuai prosedur yang berlaku.

Haryono Linoh mengatakan, langkah tersebut diharapkan mampu mencegah penyebaran rabies serta memberikan perlindungan bagi masyarakat dari risiko penyakit yang dapat berakibat fatal tersebut.

Pemerintah daerah pun terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, segera melapor, dan tidak menunda penanganan apabila mengalami gigitan hewan, guna meminimalisir risiko yang lebih besar.

__Terbit pada
27 Maret 2026
__Kategori
OPD

Penulis: Admin Teras Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *