Minta Perbaikan Data Penerima Pupuk Subsidi

SINTANG, TB – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Markus Jembari, meminta pemerintah daerah untuk segera memperbaiki akurasi data penerima pupuk subsidi. Menurutnya, data yang tidak sesuai menjadi salah satu penyebab utama distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Sintang menjadi tidak merata.
Markus Jembari menilai bahwa sejak awal, sistem pendataan yang lemah telah menciptakan rantai masalah di lapangan. Ketidaktepatan sasaran penerima manfaat mengakibatkan petani yang benar-benar berhak justru kesulitan mengakses pupuk dengan harga resmi.
“Untuk data penerima juga harus valid. Jika datanya tidak tepat maka penyaluran juga pasti akan bermasalah,” tegas Markus Jembari.
Selain persoalan data, Markus Jembari juga menyoroti lemahnya pengawasan di tingkat distributor hingga pengecer. Ia menekankan bahwa tanpa kontrol yang kuat, berbagai bentuk penyelewengan berpotensi terjadi. Hal ini tidak hanya merugikan petani secara finansial, tetapi juga mengancam target produksi pertanian daerah.
“Jika kontrol di lapangan lemah, maka ini bisa membuka peluang terjadinya penyelewengan, termasuk penjualan di atas harga yang telah ditetapkan,” ujar Markus Jembari.
Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa praktik penjualan pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) kerap terjadi karena ketiadaan pengawasan berjenjang. Distributor dan pengecer nakal memanfaatkan kelangkaan stok dengan menjual pupuk ke nonpetani atau mematok harga lebih tinggi. Kondisi ini, kata Markus, semakin parah jika data penerima tidak sinkron antara petugas penyuluh lapangan, kelompok tani, dan dinas teknis.
Markus Jembari juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses distribusi. Menurutnya, petani perlu mendapatkan informasi yang jelas terkait jatah pupuk, harga, dan lokasi penyaluran. Informasi yang terbuka akan memudahkan petani melaporkan jika menemukan kejanggalan, sekaligus menjadi alat kontrol sosial yang efektif.
“Tanpa transparansi, petani akan terus menjadi korban. Mereka harus tahu berapa hak mereka, di mana mengambilnya, dan berapa harga resminya,” pungkasnya.