DPRD Sintang Apresiasi Bantuan Paket Nutrisi Dari PT Indomarco Prismatama

SINTANG, TB – PT Indomarco Prismatama Cabang Pontianak, perusahaan yang menaungi jaringan ritel Indomaret, menunjukkan kepeduliannya terhadap masalah gizi anak dengan menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 250 paket nutrisi bagi anak-anak di Kabupaten Sintang.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, 12 Maret 2026 yang lalu ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah daerah mengatasi permasalahan stunting.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada PT Indomarco Prismatama Cabang Pontianak. Menurutnya, kontribusi perusahaan swasta seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat program-program intervensi gizi yang telah dijalankan oleh pemerintah.
Anastasia menekankan bahwa bantuan nutrisi yang diberikan bukan sekadar bentuk kedermawanan semata, melainkan merupakan wujud sinergi yang strategis antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam menangani isu kesehatan masyarakat yang krusial. Ia menilai langkah PT Indomarco Prismatama sejalan dengan fokus utama Pemerintah Kabupaten Sintang yang saat ini gencar melakukan percepatan penurunan angka stunting.
“Bantuan nutrisi ini merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan dalam membantu pemerintah menangani stunting yang masih menjadi perhatian kita bersama,” ujar Anastasia.
“Kita mengucapkan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan oleh PT Indomarco Prismatama Cabang Pontianak. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi anak-anak serta membantu upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Sintang,” tambah Anastasia.
Anastasia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia mendorong agar program CSR yang berfokus pada pemenuhan gizi anak ini tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang menjadi lokasi investasi perusahaan, termasuk wilayah pedalaman yang kerap kali memiliki akses terbatas terhadap pangan bergizi.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang menjadi lokasi investasi perusahaan, termasuk wilayah pedalaman,” tutup Anastasia.